..........................................Mimpi.
Kira2 dlm thn 1978 ( tepatnya sudah lupa ), waktu itu bln puasa.
Kejadian ini sesudah saya pulang dr opname di RS Saiful Anwar celaket Malang karena kecelaka'an
( tabrakan sesama mengendarai
sepeda motor ) di jl.bromo Malang. Waktu itu sedang tidur kemudian bermimpi ( kira2 sperti itu ).
Saya bertemu dgn seorang laki2 yg berusia agak tua, dgn pakaian baju surjan lurik dan berkain panjang
( batik apa lupa ) memakai
tutup kepala/blangkon. Alas kaki memakai sandal/apa kurang jelas.
Orang tsb menegur saya dgn bhs jawa: Kowe kenal karo aku ?
Saya jawab krn memang nggak inget: Ora
Dia berkata lagi: Aku kakangmu, jenengku Pawiro.
Saya menjawab: Aku ora kenal, jenenge cilik sopo ?
Dijawab: Murjo.
Saya inget cerita ibu saya almh. bahwa saya mempunyai kakak urutan no.2 dari kakak saya yg paling tua,
yg kata ibu saya namanya
Murjo dan meninggal kira2 umur 3 thn. karena sakit ( hydrocephallus ). Jadi tepatnya saya tidak pernah
mengenal kakak saya itu,
karena saya adalah anak ke 12 ( bungsu ). Jadi mengerti dari cerita ibu saya itu.
Dan saya menjawab: Iyo aku kenal iku kakangku.
Dia menjawab: Iyo aku iki kakangmu, ayo mlaku karo aku.
Lalu saya berjalan ber-sama2. Kelihatannya seperti berada disuatu lapangan yg luas yg dalam kondisi yg
tidak terang tapi juga
tidak gelap ( serupa dgn keada'an udara yg sedang mendung ).
Waktu berjalan itu disebelah kiri saya kelihatan ada kuburan yg dipenuhi dgn tumbuh2an pohon kemboja.
Kakak saya berkata: Ono kono iku ono wong 1 sing wis tuwo nangis wae.
Saya bertanya: Keno opo?
Dijawab: Ora krasan, sebab ora disopo karo tangga2ne, wong iku wong..( salah 1 suku ).
Setelah ia berkata bgt, tanpo diberitahu saya langsung bisa mengerti ( seperti ada yg memberitahu ),
bahwa yg dimaksud suku itu
bukanlah suku yg disebutken, akan tetapi orang yg sewaktu hidupnya dibumi ( dunia fana ) adalah sombong
tidak mau bertegur sapa
dgn tetangganya, jadi setelah meninggal dan jasadnya dukubur disitu, tetangga kanan kirinya tidak ada yg
mau diajak bicara.
Lalu saya menjawab: Gampang.
Kakak saya bertanya: Gampang bgmana ?
Saya menjawab: Pindah dari situ.
Kakak saya bilang: Tidak bisa, kalau jasadnya sudah dikuburkan disitu, tidak akan bisa pindah2 lagi.
Jadi pengertian saya bahwa bila seseorang yg telah meninggal dunia dan jasadnya dukubur disuatu tempat,
maka selamanya ia akan
tetap bertempat disitu. Kemudian kakak saya menunjuk kearah jalan yg agak jauh disana, yg kelihatan
disana ada 2 ekor sapi yg
sedang berjalan, katanya: Iku ono kono yo tetep koyo ngono iku.
Saya langsung engerti, bahwa binatang akan tetep jadi binatang dan kalau manusia tetep manusia.
Kakak saya berkata lagi: Kowe ora takon ?
Saya jawab: Iyo, wong lahir ono bumi ( dunia ) iku sopo sing ngongkon ?
Dia menjawab: Dewo.
Saya bertanya lagi: Opo ono Dewo iku ?
Dijawab: Ono.
Saya langsung mengerti bahwa yg dimaksud dgn Dewo itu : Gusti Allah.
Saya bertanya lagi: Wong sing koyo opo sing diperintahno lahir ono bumi iku ?
Jawabnya: Roch2 sing jahat.
Saya langsung mengerti, bahwa orang yg dilahirken didunia itu ( termasuk saya ) adalah dari roch2 yg jahat.
Jadi dibumi ( dunia ) orang2 yg dilahirken itu agar supaya berbuat dan berkelakuan yg baik.
Kata kakak saya lagi: Pokoke ono bumi iku kudu harus nglakoni kasih sayang marang sopo wae, CUKUP !
Kata CUKUP ini dikatakan dgn tandas / mantap.
Saya langsung mengerti dan dalam hati saya berkata, bahwa saya sudah menjalanken kasih sayang tsb, akan
tetapi baru sedikit saja.
Kakak saya berkata lagi: Kalau ingin bertemu dia lagi bisa saja yaitu 1 thn sekali dan caranya demikian,
ia memberikan banyak sekali
petunjuk, saya menjawab ia2 dan ia dst. Sebetulnya masih ada 1 hal lagi yg ingin sekali saya tanyakan :
tentang ada/tidak surga+neraka, akan tetapi sampai saya terbangun, tetep saja tidak sempat menanyakannya.
Kesimpulan saya: Memang tidak boleh menanyakan hal itu.
............................SELESAI.................
Demikian cerita dari ayah saya,
nama ayah+ibu saya : Suparlan + Sudjariah ,
kepada yg mengenal beliau,
mohon sudilah kiranya memberikan ma'af yg se-besar2nya atas segala
kesalahan yg pernah diperbuat semasa hidupnya.
Terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)